Kamis, 28 November 2013

Zaitun atasi Penyakit Adrenoleukodystrophy

Zaitun atasi Penyakit Adrenoleukodystrophy


Zaitun atasi Penyakit Adrenoleukodystrophy, Amazon Plus, jus Zaitun Hydroxytyrosol pertama di Indonesia. Jus dengan keajaiban khasiatnya dalam buah Zaitun. Orang sangat mengenal minyak Zaitun yang sangat berkhasiat itu dengan representasi kisah Lorenzo Odone yang mampu bertahan hidup hingga 22 tahun lamanya.

Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) yang menyerangnya sejak lahir merenggut hidupnya, namun perjuangannya melawan penyakitnya menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia yang menderita penyakit yang sama. Zaitun Hydroxytyrosol salah satu kandungan dalam Jus Amazon Plus, obat herbal alami dipercaya dapat membantu penderita ALD.

Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu menyerap sampai ke sel saraf dan otak serta sumsum tulang belakang. Mengikis plak pada pembulu arteri penyebab serangan jantung. Obat herbal alami jus Amazon Plus mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Obat herbal alami jus Amazon Plus Cerita tentang perjuangan orangtua Lorenzo Odone telah menginspirasi banyak orang bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Meski akhirnya meninggal, namun Lorenzo mampu hidup 22 tahun lebih lama dari prediksi dokter karena keajaiban minyak zaitun yang kini dikenal dengan sebutan Lorenzo Oil.

Penyakit Adrenoleukodystrophy (ALD) adalah penyakit kelainan genetik terkait dengan kromosom X akibat pembawa protein yang gagal berfungsi dengan benar. Tubuh penderita ALD menghasilkan asam lemak yang berakumulasi dalam sel saraf dan merusak lapisan sistem motorik. Molekul lemak yang banyak ini kemudian membangun dan menghambat sel-sel seperti sel saraf dan otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ALD lebih banyak dialami anak laki-laki dengan perbandingan 1 dari 20.000 anak laki-laki. Penyakit ini biasanya menyerang anak laki-laki usia 4 hingga 8 tahun dengan peluang hidup 2 tahun setelah divonis terkena penyakit ALD.

Lorenzo Odone lahir pada tahun 1978. Sampai usia 6 tahun ia adalah seorang anak yang sehat dengan masa depan yang cerah. Dia pandai berbicara bahasa Inggris, Prancis dan Italia. Lorenzo juga menikmati cerita-cerita mitologi Yunani mendengarkan konser musik Brandenburg dan Handel's Water Music.

Ayah Lorenzo bernama Augusto Odone adalah seorang ekonom Bank Dunia dan di masa-masa awalnya Lorenzo tinggal di Kenya dan memakai bahasa Prancis ketika tinggal di Kepulauan Komoro.

Pada tahun 1984, ketika Lorenzo berusia 5 tahun orangtuanya mendapat laporan dari sekolah yang mengatakan Lorenzo sering mengamuk, menderita gangguan pendengaran dan mengalami masalah dengan keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.

Ibunya bercerita pada Januari 1985, Lorenzo sama sekali tidak bisa berbicara dan merespons apapun, penglihatannya telah rusak, tidak bisa menggerakkan jari, mengompol, tidak bisa menelan dan ia harus dilengkapi dengan tabung nasogastik.

Scan otak Lorenzo yang dilakukan oleh ahli saraf Profesor Hugo Moser dari Johns Hopkins University di Baltimore mendiagnosis bocah itu terkena ALD. Penyakit akibat asam lemak yang menumpuk di sel-sel saraf sehingga saraf tidak bisa mengirimkan pesan ke seluruh tubuh.

Dokter mengatakan ke orangtua Lorenzo, bahwa sang anak hanya punya peluang hidup dua tahun karena tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. Namun sang ayah percaya tubuh Lorenzo hanya sedang terjebak dan yakin anaknya dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekelilingnya.

Terpukul menerima vonis dari dokter, orangtuanya bertekad akan mencari pengobatan untuk Lorenzo dan Augusto pun mulai belajar ilmu kedokteran, biokimia dan hubungan antara kerusakan otak dan membangkitkannya lagi dari apa yang disebut rantai panjang asam lemak dalam darah.

Dia mengatur sebuah konferensi bagi para ahli tentang masalah ini dengan membawa informasi penting bahwa asam oleat dan cairan berminyak bisa menghancurkan lemak asam.

Minyak yang belakangan dikenal dengan nama Lorenzo Oil adalah pengembangan dari gabungan asam erusat (erucic) dan asam oleat yang berasal dari minyak zaitun dan lobak.

Meski banyak orang memandang skeptis tapi kemudian orangtuanya menemukan ahli kimia asal Inggris yang bekerja untuk Croda International yang bersedia merumuskan formulasi minyak tersebut.

Kemudian ditemukanlah cara yang efektif untuk memutus rantai panjang asam lemak dan minyak itu. Oleh Profesor Hugo Moser minyak itu dicobakan ke penderita ALD. Pada tahun 1989 Odones kemudian mendirikan Myelin Project untuk menemukan obat penyembuhannya dan mengeliminasi penyakit ini secara lebih luas.

Moser kemudian mempelajari 70 anak laki-laki yang terkena gejala ALD diberi minyak sampai penyakit itu membuat mereka kehilangan penglihatan dan gerakan. Moser menyimpulkan bahwa minyak itu tidak membuat perbedaan, dan menemukan bahwa 40 pasien yang diobati dengan minyak bisa kehilangan platelet darah.

Namun, Moser menyimpulkan pada tahun 2005, bahwa pemberian minyak itu dapat mencegah timbulnya gejala lain terhadap 70 persen dari penderita ALD. Minyak ini diyakini mampu memperlambat penyakit ini. Pemberian minyak ini dapat mencegah timbulnya gejala-gejala penyakit lain bagi penderita ALD.

Dengan minyak tersebut Lorenzo yang kelahiran 28 Mei 1978 mampu bertahan hingga usia 30 tahun dan meninggal pada 30 Mei 2008. Bahkan ibunya lebih dulu meninggal karena sakit kanker. Kisah Lorenzo juga sempat dibuat film pada tahun 1992 dengan judul Lorenzo's Oil yang dibintangi Nick Nolte dan Susan Sarandon.

Augusto Odone dan mendiang istrinya Michaela, menjadi terkenal karena upaya mereka untuk menemukan pengobatan penyakit anak mereka dengan tidak pernah ada kata menyerah.

Rabu, 27 November 2013

Lingkungan yang Dingin Dorong Pertumbuhan Kanker

Lingkungan yang dingin ternyata mendorong pertumbuhan kanker menurut temuan studi yang dilakukan pada tikus. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS) tersebut meneliti bagaimana lingkungan yang dingin mengubah sel-sel kanker menjadi tumbuh dan metastasis (menyebar) pada tikus.

Tim peneliti membandingkan perkembangan kanker dan metastasis pada tikus yang ditempatkan pada suhu 22 derajat celsius dan 30 derajat celsius. Mereka menemukan bahwa beberapa jenis kanker, termasuk pankreas, usus, kulit, dan payudara berkembang lebih pesat dan mulai menyebar lebih awal serta lebih agresif dalam lingkungan berhawa dingin.

Bahkan tumor menunjukkan petumbuhan yang lebih cepat pada tikus yang sudah terbiasa dengan suhu atau lingkungan dingin semenjak terlahirkan.

Sumber: MetroTv News

Kamis, 14 November 2013

Penderita kanker prostat wajib konsumsi lemak nabati

Pria yang mengidap kanker prostat secara signifikan dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup mereka. Caranya dengan menambahkan lemak nabati yang sehat ke dalam diet yang mereka jalani.

Dengan mengganti lemak hewani ke lemak nabati yang sehat, seperti minyak zaitun, kanola, kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat, pria yang memiliki kanker prostat diyakini dapat mengurangi  insulin dan peradangan.

"Konsumsi minyak sehat dan kacang, mampu meningkatkan antioksidan plasma dan mengurangi insulin dan peradangan, yang dapat mencegah perkembangan kanker prostat," kata pemimpin penulis dari University of California, San Francisco , Erin Richman, seperti dilansir laman Lifestyle.Iafrica.

Studi ini mengkaji asupan lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda serta lemak dari hewani dan nabati.

Data berasal dari Health Professionals Follow-up  yang dimulai pada tahun 1986. Penelitian asupan lemak melibatkan 4,577 pria yang telah didiagnosis dengan kanker prostat non-metastatik antara tahun 1986 dan 2010. Selama jangka waktu penelitian, 1.064 orang meninggal, terutama akibat penyakit kardiovaskuler (31 persen), kanker prostat (21 persen) dan kanker lainnya (hampir 21 persen).

Para peneliti kemudian menemukan hal yang mencolok, pria yang mengganti 10 persen dari total kalori harian mereka, dari karbohidrat dengan lemak nabati yang sehat, memiliki resiko lebih kecil terkena kanker prostat sebesar 29 persen dan memiliki resiko kematian lebih rendah sebesar 26 persen.

"Secara keseluruhan, temuan kami mendukung pria yang memiliki kanker prostat untuk mengikuti diet jantung sehat, di mana kalori karbohidrat diganti dengan minyak tak jenuh dan kacang-kacangan untuk mengurangi semua resiko penyebab kematian," pungkasnya

Sumber: jpnn

Rabu, 30 Oktober 2013

Hidup Sehat Tanpa Kanker




hidup tanpa kanker

Kanker masih menjadi momok nomor satu di dunia, baik di negara maju maupun berkembang, seperti Indonesia, karena bisa menyebabkan kematian.Meski demikian, kanker sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, misalnya mengonsumsi makanan yang sehat. Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), DR. Dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, bahkan mengungkapkan bahwa melakukan pola hidup sehat dapat mencegah penyakit kanker hingga 30%, dan wanita yang rajin mengonsumsi sayur-sayuran bisa terhindar dari kanker payudara sebesar 25%.
[divider]
KMuricata sangat bermanfaat untuk penyembuhan beberapa penyakit akut dan berbahaya seperti tumor ganas, dan 14 jenis kanker lainnya, termasuk Stroke. Sekarang tidak perlu khawatir lagi, si pembunuh kanker No.1 dengan kemasan yang menarik dan elegant ini ( 1 box isi 30 Sachets ) telah hadir di beberapa stokist center dan lokal stokist di kota kota terdekat anda.

Jenis penyakit yang dapat dibantu proses penyembuhan dengan teh herbal KMuricata : Kanker (segala jenis penyakit kanker: kanker payudara, kanker prostat, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker usus,  getah bening, kanker darah (leukemia), kanker kulit, kanker otak, kanker tulang, kanker lidah, kanker pankreas, kanker hati, dll), Obat Tumor, Diabetes, Asam Urat, Kolesterol, Hipertensi (Darah Tinggi), Alergi (semua jenis alergi), Gagal Ginjal, Rematik, Sakit Pinggang, Bayi Mencret, Ambeien (Wasir), Bisul, Anyang-anyangan, Sakit Kandung Kemih, Penyakit Liver, Eksim (Gatal-gatal), Dan masih banyak lagi…
[divider]Selain itu, tak perlu cemas jika ada keluarga Anda yang mengidap penyakit kanker. Karena kemungkinan Anda mengidap kanker akibat faktor genetik, menurut Dr. Aru Sudoyo, sangat kecil, yaitu sekitar enam persen.Lakukan deteksi dini di rumah sakit untuk memastikan tidak ada kanker pada tubuh Anda. Namun perlu diingat pula, ada penyakit kanker yang sulit dideteksi, seperti leukemia, karena penyebarannya begitu cepat sehingga sulit disembuhkan. Sedangkan penyakit kanker yang mudah dideteksi, antara lain kanker serviks, kanker payudara, kanker hati dan kanker paru.





Senin, 28 Oktober 2013

Mitos dan fakta tentang kanker payudara

Ada sejumlah mitos tentang kanker payudara yang berkembang di kalangan masyarakat, tapi bagaimana fakta yang sebenarnya?

Ahli ilmu penyakit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ronald A Hukom, menepis mitos-motos itu dan menyampaikan fakta dalam acara Mom2MomTalk dengan tema dukungan bagi pengidap kanker payudara yang digelar Philips Healthcare Indonesia di Jakarta Selasa.

Berikut beberapa mitos dan fakta mengenai kanker payudara:

1. Pemakaian deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.

"Banyak masyarakat yang menganggap bahwa penggunaan deodoran dapat memicu terjadinya kanker payudara, tapi sampai saat ini tidak ada laporan atau bukti yang kuat mengenai mitos ini," kata Ronald.

2. Mengkonsumsi makanan yang dibakar.

Dokter yang juga bekerja di rumah sakit Kanker Dharmais Jakarta ini menyatakan, memakan makanan yang dibakar seperti sate dan ikan bakar memang dapat menyebabkan terjadinya kanker, namun ia menegaskan bukan kanker payudara, tapi kanker rongga mulut, tenggorokan, dan lambung.

3. Wanita yang tidak melakukan aktivitas seksual berisiko terkena kanker payudara.

"Tidak benar, yang jelas yang bisa saya katakan adalah wanita yang tidak memiliki anak dan wanita yang memiliki bayi pada saat berusia lebih dari 30, adalah kelompok wanita yang berisiko terkena kanker payudara," kata Ronald.

4. Menggunakan bra saat tidur.

Ia menyatakan, sama halnya dengan penggunaan deodoran, mitos ini tidak memiliki bukti yang kuat.

5. Ukuran payudara mempengaruhi resiko kanker payudara.

"Beberapa masyarakat menganggap bahwa ukuran payudara yang besar beresiko lebih besar daripada payudara kecil, namun tidak ada penelitian atau laporan yang valid mengenai kebenaran mitos ini," katanya.

6. Menyimpan ponsel di kantung baju.

Ronald menyatakan bahwa menyimpan ponsel di kantung baju memang dapat menyebabkan kanker payudara, namun itu berasal dari ponsel jenis lama karena mempunyai radiasi yang tinggi, bukan ponsel pintar zaman sekarang.

Sumber:

Minggu, 27 Oktober 2013

Kenali diabetes melitus tipe 2

 

Kenali diabetes melitus tipe 2, Jumlah pengidap diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Survey terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, memiliki risiko diabetes yang sama. Apa itu diabetes? Bagaimana gejala diabetes? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki "Sillent Killer" atau "Pembunuh yang Senyap"? Dapatkah diabetes disembuhkan?

Diabetes Melitus


Nama lengkap diabetes adalah diabetes melitus yang berarti "gula madu". Istilah "diabetes melitus" berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti "mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer" dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi "semanis madu".

Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis.

Apa itu Diabetes?


Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.
Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes melitus tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Diabetes Tipe 1


Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Melitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Jadi diabetes tipe ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan fungsi pankreas menghasilkan insulin.

Penderita penyakit diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada orang di bawah umur 30 tahun. Itu sebabnya penyakit ini sering dijuluki diabetes anak-anak karena penderitanya lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin akibat kelainan sistem imun tubuh yang menghancurkan sel yang menghasilkan insulin atau karena infeksi virus sehingga hormon insulin dalam tubuh berkurang dan mengakibatkan timbunan gula pada aliran darah.

Penyebab Diabetes Tipe 1


Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Karena kekurangan insulin menyebabkan glukosa tetap ada di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Beberapa penyebab pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin pada penderita diabetes tipe 1, antara lain karena:

  • Faktor keturunan atau genetika. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes, maka anak akan berisiko terkena diabetes.

  • Autoimunitas yaitu tubuh alergi terhadap salah satu jaringan atau jenis selnya sendiri—dalam hal ini, yang ada dalam pankreas. Tubuh kehilangan kemampuan untuk membentuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.

  • Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan pada pulau sel (kelompok-kelompok sel) dalam pankreas tempat insulin dibuat. Semakin banyak pulau sel yang rusak, semakin besar kemungkinan seseorang menderita diabetes.


Perawatan Diabetes Tipe 1


Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam lambung bila dimasukkan lewat mulut.

Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.

Diabetes melitus tipe 2


Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Melitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada diabetes melitus tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Sedangkan pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatasi kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan naik.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang sebagian besar diderita. Sekitar 90% hingga 95% penderita diabetes menderita diabetes melitus tipe 2. Jenis diabetes ini paling sering diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap.

Penyebab Diabetes Melitus Tipe 2


Penyebab diabetes melitus tipe 2 karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengikat gula yang ada dalam darah akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyebab utama diabetes melitus tipe 2 dapat diringkaskan sebagai berikut:

  • Faktor keturunan, apabila orang tua atau adanya saudara sekandung yang mengalaminya.

  • Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Banyaknya gerai makanan cepat saji atau fast food yang menyajikan makanan berlemak dan tidak sehat.

  • Kadar kolesterol yang tinggi.

  • Jarang berolahraga.

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.


Semua penyebab diabetes melitus tipe 2 umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon insulin dapat diserap oleh lemak yang ada dalam tubuh. Sehingga pola makan dan haya hidup yang tidak sehat bisa membuat tubuh kekurangan insulin.

Perawatan Diabetes Melitus Tipe 2


Perawatan diabetes melitus tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.

Namun pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa. Cara terbaik untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.

Gejala Diabetes


Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun diabetes melitus tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:

  • Sering buang air kecil

  • Sering merasa sangat haus

  • Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar

  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.

  • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.

  • Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.

  • Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.

  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.

  • Mudah merasa lelah.


Apakah Anda Terkena Diabetes?


Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Berapa kadar gula yang normal?


Kadar gula setelah puasa:
Normal: di bawah 100 mg/dl
Pradiabetes: 100 - 126 mg/dl
Diabetes: di atas 126 mg/dl

Kadar gula 2 jam setelah makan:
Normal: di bawah 140 mg/dl
Pradiabetes: 140 - 200 mg/dl
Diabetes: di atas 200 mg/dl

Tes darah


Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Tes Urine


Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahu apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.

Glukometer


Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah.

Bahaya Diabetes


Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.


  • Komplikasi Jangka Panjang


    Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.


  • Hipoglikemia


    Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.


  • Ketoasidosis


    Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.


Cegah dan Kendalikan Diabetes


Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik. Bagaimana caranya?



  • Menurunkan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.

  • Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.

  • Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.

  • Minum banyak air.

  • Berolahraga secara teratur.

  • Hindari stres.

  • Hindari alkohol atau softdrink.

  • Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.

  • Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.

  • Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.


Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

 

Sabtu, 26 Oktober 2013

Radiasi, penyebab anak-anak rentan terkena kanker

anak-anak rentan terkena kanker, Bayi dan anak-anak memiliki bahaya lebih besar mengidap kanker ketimbang orang dewasa akibat radiasi, semisal dalam peristiwa nuklir, kata laporan ilmiah Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat.

Anak-anak ternyata lebih peka daripada orang dewasa untuk mengidap 25 persen dari jenis tumor, termasuk leukemia serta kanker tiroid, otak dan payudara, kata laporan itu.

"Ancaman itu secara berarti lebih tinggi, tergantung pada keadaannya," kata Komite Ilmiah PBB untuk Dampak Radiasi Atom (UNSCEAR) dalam pernyataan.

UNSCEAR mengatakan mulai menyusun laporan itu pada 2011, tahun saat terjadi kejadian nuklir Fukushima di Jepang, meskipun bencana terburuk sejak 25 tahun tersebut tidak disebutkan dalam laporan itu. Komite pada Mei mengatakan bahwa angka penderita kanker diperkirakan tidak akan meningkat setelah tragedi Fukushima.

Studi terhadap insiden Chernobyl pada 1986 di Ukraina menunjukkan keterkaitan kanker tiroid dengan radioaktif iodine. Tiroid merupakan organ paling parah terpapar karena radioaktif terkumpul di organ tersebut. Anak-anak terutama paling rawan terimbas.

Laporan yang diajukan kepada Majelis Umum PBB pada Jumat itu mengatakan anak-anak dan dewasa harus dipertimbangkan secara terpisah untuk bisa memperkirakan risiko secara lebih akurat.

"Karena perbedaan anatomi dan fisiologi mereka, paparan radiasi mempunyai imbas yang berbeda pada anak-anak dibandingkan dengan dewasa," kata Fred Mettler, ketua tim pakar UNSCEAR.



"Tidak direkomendasikan untuk menggunakan generalisasi yang sama dengan orang dewasa, ketika mempertimbangkan risiko dan efek radiasi saat kanak-kanak," imbuh dia.Anak-anak umumnya disamakan dengan dewasa dalam riset-riset epidemiologi, kata komite tersebut.

UNSCEAR mengatakan, telah mengkaji 23 tipe kanker, beberapa diantaranya "sangat relevan untuk mengevaluasi konsekuensi radiologi" dari tragedi nuklir dan beberapa prosedur medis.

Pada sekitar 15 persen tipe kanker seperti kanker kolon, anak-anak memiliki sensitifitas yang sama dengan dewasa, dan pada 10 persen tipe kanker seperti tipe yang menyerang paru-paru, anak-anak kurang sensitif dibandingkan dewasa, kata laporan itu.

"Data ini terlalu lemah untuk mengambil kesimpulan terhadap 20 persen tipe kanker," kata UNSCEAR. "Ada kaitan lemah ataupun tidak nyata antara paparan dan risiko pada setiap tingkatan usia untuk 30 persen tipe kanker."



Sumber: Antara